yeanvico

Berjalan dengan Logika, Hati dan mimpi

BBM NAIK

Kemaren sehabis kuliah gw didekati oleh seseorang. Make jaket kulit itam juga ada kacamata itam digantung di leher kaos. Waw mirip mas Boy. Eh ternyata reporter RRI yang mau mewawancarai mahasiswa tentang rencana kenaikan BBM. Kenapa gw??? Mungkin karena wajahnya yang masih muda kali ya? Ini kesempatan gw buat wawancara on air pertama lho..LIVE.

Tp setelah dipikir, mungkin gw bukan orang yang tepat memberi tanggapan karena si reporter minta orang yang representatif mewakili suara mahasiswa. dan yang pasti itu BUKAN GW. 

Alasannya.

1 Alasan pertama dimana2 mahasiswa melakukan demo atas kenaikan ini. Ga tau ITB, belum kedengaran. Mungkin kurang sensitif kali ya?? Nah gw malah setuju dengan kenaikan ini. Bukan karena gw ga ada mobil atau masak masih pake minyak tanah. Bukan juga karena gw kerja di bidang eksplorasi minyak. Dan bukan juga karena gw salah satu alumni ITB yang kurang sensitif. Tapi gw setuju karena kenaikan itu emang harus demi kestabilan ekonomi negara ini.Gimana bisa di APBNP minyak dipredik paling tinggi 80 US per barel, sekarang aja udah 124 US. hampir 2x nya. Di sini letak kesalahan pemerintah ga bs memprediksi. Percuma aja banyak para ahli. Gw aja sudah memprediksi pasti bakal lebih dari 100 US. (Sekarang lebih nya malah jauh).

2. Alasan kedua. Banyak pengamat dan juga mahasiswa yang sedikit toleran terhadap pemerintah meniliai kalau seandainya terjadi kenaikan BBM, kenaikannya harus bertahap. INi juga gw ga setuju. Coba pikirkan. Kalau sekarang naik 10 % artinya sembako juga naik dan biasanya pasti lebih 10 % mungkin 2 kalinya (20 %). 2 bulan setelahnyai BBM naik 10% lagi, sembako pun demikian. INi berarti terjadi kenaikan sembako dan harga2 lain 2 kali kenaikan BBM. Coba kalau sekarang kenaikannya langsung 20 %. Harga2 lain juga akan naik maksimal 40%. Stabilitas hanya terguncang 1 kali. Dan perekonomian juga akan stabil relatif lebih cepat. Pemerintah ga perlu stress 2kali memikirkan cara menaikkkan BBM. Begitu juga mahasiswa hanya capek 1 kali berdemo.

3. Dan terakhir, mahasiswa berpendapat dengan kenaikan BBM harus ada intensif langsung buat rakyat miskin. Yang ini gw setuju tapi bukan dengan bantuan Tunal langsung yang menurut GW ngajarin rajyat kita buat ngemis. Toh banyak dari mereka setelah dapat BLT  (yg bagi mereka termasuk jumlah besar) kadang menggunakan untuk foya2. Mending gunakan dana itu buat menyelamatkan sedikit orang dimana orang2 tersebut benar2 bisa mandiri dan bisa bayar pajak untuk membiayai teman2nya yang masih miskin.

Waduh udah malam semakin ngaco tulisannya. kapan2 diperbaiki deh

May 10, 2008 - Posted by yeanvico | ************* | | 5 Comments

5 Comments »

  1. wah wah baru tau klo si da rian juga punya blog.

    ikutan comment niy,
    overall, setuju samo da Rian,
    mungkin saja(kenapa mungkin ? karena belum melakukan analisis mendalam ^_^) klo BBM ga naik akan malah lebih membuat perekonomian terpuruk karena memaksakan perencanaan yang jelas-jelas ga real.

    Klo denger2 orang demo siy kebanyakan protes bilang, kenapa ga dana korupsi pejabat aja yang dijadikan penutup subsidi. Bisa aja siy, tapi sayangnya ngurusin keuangan negara ga sesederhana itu, kurang di kantong yang satu, langsung bisa di tambah dari kantong yang lain.

    Jadi, ga da salahnya kita percaya kalo pemerintah memang in progress melakukan yang terbaik. Zaman sekarang kayaknya udah ga berani lagi macam2 kan …

    Comment by Widya | May 11, 2008

  2. rian.. saya koq gak ada dalam cerita, padahal si reporter itu aku yang giring ke kamu, kan aku yang bawa dari lantai bawah hehehe…
    Kacau saudara ini hahaha..

    Comment by alwie | May 11, 2008

  3. haha, gw pake gy bahasa si “itu”
    Biar dapat menonjolkan diri sendiri

    Peace bos

    kan 2-2 nya ga jadi diwawancara

    Comment by yeanvico | May 11, 2008

  4. Iya wed. Kalau dana korupsi itu bukan buat nutupin subsidi. Itu sih udah pasti harus di cari. dan kalau pemerintah bisa mandapatkan lagi seluruh dana korupsi mereka pasti udah lakukan dari dulu, ga perlu tunggu BBM naik kali.

    Comment by yeanvico | May 11, 2008

  5. pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar Indonesia berubah menjadi negara dengan “swasembada minyak” supaya kalo minyak naik terus kita malah untung…

    Sebenarnya kita bisa, dan kita mampu tapi, ada beberapa X factors yang mempengaruhi (menurut sy) diantaranya:
    1. KORUPSI, ditubuh Pertamina, BP-MIGAS, dan rekannya. GAk serius mereka mikirin negara, mikirin diri sendiri ajah..

    2. ASING, dominasi asing di industri minyak negara kita. Baik OIl company maupun Service companynya.. serta supporting companynya. Kumaha iyee…
    Kalo dah gitu aliran uang Indonesia dah jelas dong arahnya..

    3. MACET, ini pasti makan banyak BBM tak efektif tiap hari..

    4. NASONALISME PUDAR, kalo dah gini.. mari kita nonton Piala Thomas dan Uber untuk memupuk rasa Nasionalisme jang soedah tipis..

    Comment by alwie | May 11, 2008


Leave a comment