yeanvico

Berjalan dengan Logika, Hati dan mimpi

Keluar OPEC

Ini nih salah satu topik paling hangat sekarang. Lagi2 terkait masalah BBM naik.

Kalo ga salah ide agar indonesia keluar dari OPEC (organisasi nega2 pengekspor minyak) pertama kali muncul dari beberapa anggota DPR dari komisi VII. Kenapa ya? Yang saya dengar sih alasannya ga lain dan ga bukan alasan ekonomis. Pertama seetiap anggota diwajibkan membayar iuran 2 juta US tiap tahun. Selain itu kita juga diklaim sebagai net importir Minyak sejak tahun 2004. Jadi ngapai juga Indonesia tetap bertahan jadi anggota OPEC?

KEBANGGAAN. Ini merupakan salah satu alasan Indonesia menjadi anggota OPEC. Mungkin dengan logika idealis, alasan ini saja tidak cukup. Tapi sampai sekarang saya masih ingat bagaimana guru2 di depan kelas berorasi dengan bangganya memberitahu “Indonesia adalah anggota OPEC”. Ini terjadi sejak kelas tiga SD sampai kelas 3 SMA. Waw…sebandingkah kebanggan itu denga nharga 2 juta dolar setahun? Mungkin tidak sesimpel itu. Bagaimana pengaruh Indonesia di mata dunia dan pandangan mereka terhadap negara ini jika tetap menjadi anggota OPEC? Itu juga harus jadi bahan pertimbangan.

Selain kebanggaan, apakah ada keuntungan OPEC dari segi ekonomi bagi Indonesia?. Sejujurnya saya juga ga terlalu paham. Tp dari logika sempit aja, sangat banyak alasan-alasannya. Mungkin antara lain

1. Dalam jual beli, faktor utama yang menentukan harga adalah penjual. Apalagi dengan kasus sekarang dimana permintaan lebih besar dari penawaran. Nah disini OPEC adalah si penjual dan Indonesia merupakan bagian dari itu. Jadi Indonesia memiliki suara dalam menentukan standar harga sesuai kepentingan kita. Baik sebagai penjual maupun pembeli minyak.

2. Saat ini nilai import minyak indonesia lebih tinggi daripada nilai ekspkor. Dengan keanggotaan indonesia di OPEC, otomatis kita memiliki hubungan yang cukup “special” dengan anggota-anggota lain. Ini berarti kita punya peluang membeli minyak dari negara2 lain dengan harga dan aturan2 yang lebih meringankan. Tentu saja opini ini dan juga opini sebelumnya akan terealisasi kalau didukung oleh skill dan keuletan wakil Indonesia di OPEC dalam melobi anggota-anggota yang lain.

3. Saat ini dunia sangat dipusingkan dengan kebutuhan akan energi dan minyak bumi adalah sumber energi terbesar. Hal ini pasti membuat negara2 penghasil minyak bumi menjadi pusat perhatian negara2 lain. Hal ini akan berdampak pada semua aspek hubungan antar negara termasuk aspek ekonomi. Ini juga sangat bergantung pada bagaimana respon pemerintah dalam memanfaatkan keuntungan-keuntungan Indonesia sebagai salah satu negara anggota OPEC.

Jadi apakah kita harus keluar dari keanggotaan OPEC???? Sebaiknya pemerintah mempertimbangkan lagi wacana ini. Jangan sampai kita membuat KEPUTUSAN BODOH untuk yang ke sekian kali.

Ataukah ada alasan besar lain yang memperkuat wacana ini?

 

 

 

 

 

 

May 10, 2008 - Posted by yeanvico | ************* | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment